Header Image

GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG BANYUMAS
SAKA WIRA KARTIKA JENDERAL GATOT SUBROTO
KODIM 0701/BANYUMAS

Jln. Jenderal Soedirman No. 204, Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Banyumas, 53131
Tampilkan postingan dengan label Mountaineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mountaineering. Tampilkan semua postingan

 

(6/9) Saka Wira Kartika Jenderal Gatot Subroto Kodim 0701/Banyumas melaksanakan Latihan Dasar Taruna Krida Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5-6 September 2025 bertempat di Kodim 0701/Banyumas dan sekitarnya. Kegiatan di buka oleh Kak Lettu Sarno mewakili Dandim 0701/Banyumas (Ka Mabisaka) dan menyampaikan apresiasi kepada peserta kegiatan untuk dapat berkegiatan dengan sungguh-sungguh. 

Latihan Dasar Taruna Krida merupakan kegiatan puncak dari rangkaian Pembinaan Dasar Saka Wira Kartika pada tahap ketiga. Pada kegiatan ini peserta dibekali keterampilan praktik krida yang terdiri dari Krida Mountaineering, Krida Pioneering, Krida Navigasi Darat, Krida Penanggulangan Bencana, dan Krida Survival. 

Kak Rizqi selaku Ketua Sangga Kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan Pembinaan Dasar yang wajib diikuti oleh Anggota Saka Wira Kartika setelah sebelumnya menyelesaikan Pendidikan Dasar Anggota. Kegiatan ini dilaksanakan terpusat yang diikuti oleh Anggota Saka Wira Kartika di Jajaran Koramil yang terdiri dari Koramil 07/Banyumas dan Koramil 18/Purwojati. 

Kak Harif selaku Instruktur Saka menyampaikan kegiatan ini menjadi kegiatan puncak yang sangat menarik karena Anggota Saka dibekali dengan keterampilan krida yang lebih mendalam yang langsung didampingi oleh Pamong dan Instruktur yang berkompeten di masing-masing krida.

Kegiatan ditutup oleh Kak Lettu Sarno menyampaikan ucapan selamat atas prestasi dan kerja keras segenap peserta dan panitia kegiatan sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai dengan baik. Diakhir kegiatan dilaksanakan penyematan tanda pelantikan krida dan tanda kecakapan khusus kepada Anggota Saka yang sudah memenuhi syarat dan dinyatakan lulus.

Pewarta: Kak Wira








 

(13/10) Saka Wira Kartika Jenderal Gatot Soebroto Kodim 0701/Banyumas selenggarakan Latihan Dasar Taruna Krida XVII Tahun 2024 (LATSARTARDA XVII TAHUN 2024). Kegiatan dilaksanakan pada 12 s.d 13 Oktober 2024 bertempat di Kodim 0701/Banyumas. Diikuti oleh 30 peserta anggota Saka Wira Kartika Jenderal Gatot Soebroto Kodim 0701/Banyumas dan Jajaran Saka Wira Kartika di wilayah Kodim 0701/Banyumas. 


Kegiatan dibuka oleh Kak Kapten Inf Subandi selaku Ketua Harian Saka Wira Kartika/Pasiter Kodim 0701/Banyumas. Dalam amanat pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Saka Wira Kartika adalah bertingkat, bertahap dan berlanjut sehingga perlu ketekunan dan keuletan dalam mencapai tujuan pendidikan kepramukaan Saka Wira Kartika. 


Kegiatan ini menitikberatkan pada Uji Teori dan Uji Praktik keterampilan calon anggota krida. Para peserta memilih krida sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Uji Teori meliputi wawasan dan pemahaman yang dilaksanakan dengan mengerjakan soal pada Google Form, sedangkan Uji Praktik dilaksanakan dengan praktik keterampilan dasar tiap krida yang dipilih.


Selain kegiatan uji keterampilan krida turut menjadi agenda kegiatan adalah penanaman kepribadian dan karakter anggota saka serta jiwa korsa. Kegiatan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan dinamika kelompok. 


Disampaikan oleh Kak Harif Wijayanto selaku Instruktur Saka bahwa kegiatan LATSARTARDA XVII TAHUN 2024 merupakan kegiatan rangkaian pendidikan dan pelatihan pokok yang harus dilalui oleh seorang anggota saka.


Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan bahwa 30 peserta dinyatakan memenuhi syarat sebagai anggota krida dengan dilantik menjadi anggota krida oleh Kak Kapten Inf Subandi selaku Ketua Harian Saka/Pasiter Kodim 0701/Banyumas.


Pewarta: Kak Wira















Oktober 13, 2024 No comments » by Admin0701
Posted in , , , , ,


Pokok bahasan

Kegunaan turun hesty dan naik togle
a) Kegunaan turun hesty. Untuk melintasi medan yang tidak terlalu curam dan tidak bisa dilalui dengan jalan kaki biasa dengan menggunakan tali Peleton.
b) Kegunaan naik togle rope. Untuk melintasi medan yang tidak terlalu terjal yang sulit dilewati jalan kaki biasa.

Turun hesty dan Rappeling

Turun Hesty










Cara:
(1) Tali lintasan berada di belakang punggung, kedua tangan direntangkan sambil memengang tali lintasan dan telapak tangan menghadap ke atas dengan menggunakan sarung tangan.
(2) Kedua kaki dibuka selebar bahu digeser ke samping, bersamaan itu kedua tangan yang direntangkan mengikuti gerakan.
Jenis alat dan prasarana:
(a) Tali peleton Ø 1,5 Cm, Panjang 225 M.
(b) Sarung tangan.
(c) Pohon, batu, patok sebagai tambatan ikatan pokok.
Teknik Pemasangan:
(a) Gunakan medan yang memiliki sudut ± 60º.
(b) Ikatan tali peleton pada tambatan yang kuat dengan ikatan pokok sisa tali diuraikan ke bawah tebing sampai pada medan yang cukup rata.
(c) Periksa dan coba lintasan sebelum digunakan.

Rappelling.






Cara:
(1) Menggunakan peralatan tali saja, dibelitkan sedemikian rupa pada badan, cara ini terjadi gesekan antara badan dengan tali, sehingga bagian badan yang bergesekan akan terasa panas.
(2) Menggunakan tali tubuh, carabiner dan descender memakainya hampir sama dimana gaya gesek diberikan pada descender.
Jenis Alat dan prasarana:
(a) Tali statik/dinamik.
(b) Sarung tangan.
(c) Cincin kait
(d) Carabiner
(e) Descender (figure 8)
Teknik Pemasangan:
(a) Cari medan yang memiliki sudut ± 90˚.
(b) Pasang sit harness, cincin kait dan sarung tangan
(c) Masukkan tali jalur ke descender yang di hubungkan dengan cincin kait
(d) Masukkan tali jalur ke carabiner yang dihubungkan dengan cincin kait
(e) Periksa dan coba sebelum digunakan.

Desember 29, 2021 No comments » by Harif Wijayanto
Posted in ,


 Pokok bahasan.

1) Panjat bebas (Free Climbing). Sesuai dengan namanya free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar, dengan latihan yang baik otot-otot tangan dan kaki akan cukup kuat dan terlatih, begitu pula dengan keseimbangan badan dan gerakan-gerakan akan terlatih dengan sendirinya disamping itu dapat memperkirakan kemampuan dan memperhitungkan lintasan yang akan dilalui. Pada free climbing peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman, peralatan yang digunakan antara lain tali, carabiner, sling, chock, dan piton tetap dipakai tetapi hanya berfungsi sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaannya pendaki bergerak sambil memasang jadi kalaupun tanpa alat-alat tersebut pendaki masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam tipe ini pendaki diamankan oleh belayer.

2) Panjat dengan alat bantu (Artificial Climbing). Merupakan panjat bebas dengan menggunakan bantuan peralatan tambahan seperti paku tebing, bor, stirrup, palu/ hammer, pengaman sisip, cincin kait, seling pendek, harnes, bedak magnesium. Alat-alat tersebut digunakan untuk digunakan untuk menambah ketinggian. Hal ini dilakukan secara berkelompok, dengan pembagian tugas yang jelas antara leader dan belayer, sehingga kelompok tersebut dapat mencapai ketinggian, baik secara perorangan maupun secara bersama-sama.

3) Panjat tanpa alat bantu (Free Soloing). Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukannya dengan segala resiko yang dihadapinya seorang diri, dalam pergerakannya tidak memerlukan peralatan pengaman, untuk melakukan free solo climbing pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau bentuk pergerakan pada rute yang dilaluinya serta menghafalkan dahulu segala gerakan, tumpuan dan pegangan, biasanya free solo climbing dilakukan oleh pendaki yang sudah perna mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sehingga hanya orang-orang yang mampu dan benar-benar profesional yang akan melakukannya.

Cara melintasi Panjat bebas, Panjat dengan alat bantu, panjat tanpa alat bantu.

a) Membaca tebing dan menentukan titik-titik rawan dengan alternatif mengatasinya.
b) Kecuali tali dinamic semua peralatan pada tebing dipasang pada sabuk si pemanjat dengan rapi agar tidak mengganggu gerakan memanjat.
c) Ujung tali dinamic dililitkan pada cincin kait dan digantung pada tali pipih yang diikatkan pada sabuk bagian depan.

Tehnik melintasi.

a) Bergerak memanjat dengan menggunakan ruas jari tangan dan injakan kaki pada lekukan dan benjolan tebing.
b) Apabila tidak mungkin dengan cara itu maka dapat digunakan celah yang ada pada tebing dengan menggunakan stopper/ chock / friends lalu pasang cincin kait dan masukkan tali dinamic kedalamnya demikian seterusnya.
c) Bila tidak terdapat celah lekukan dan benjolan tebing maka pasang paku tebing dan pukul dengan palu pasang cincin kait dan masukkan ujung tali dinamic demikian seterusnya.
d) Agar tetap dijaga keseimbangan badan sampai ke tempat yang kita tuju.
e) Panjat tebing.
















Jenis – jenis alat dan prasarana panjat tebing:

a) Tali dinamic.
b) Tali tubuh.
c) Sisip pengaman : Stopper, chok dan friends.
d) Tali sling atau tali pipih.
e) Cincin kait.
f) Paku tebing, palu tebing.
g) Alat bantu memperlambat luncur ( sticht plate belay).
h) Magnesium.

Tehnik pemasangan panjat tebing

a) Membaca tebing.
b) Mempersiapkan alat – alat yang digunakan dalam pemanjatan.
c) Bergerak memanjat dengan menggunakan benjolan tebing apabila tidak terdapat celah atau benjolan tebing, kita pergunakan dengan paku tebing sampai ke tempat yang kita tuju.


Desember 18, 2021 No comments » by Harif Wijayanto
Posted in ,